Aurora masih tak
memahami benda apa yang membuat cinta monyetnya semasa SMP, Zayn Malik,
marah kepadanya. Bahkan hingga tiga tahun berlalu, saat mereka
dipertemukan kembali dalam keadaan yang berbeda, di mana Zayn telah
menjadi satu dari lima anggota boyband ternama One Direction. Cinta itu
masih bersemi di hati yang terdalam, Zayn berupaya merebut kembali hati
Aurora yang justru memilih untuk menjauh darinya dan terjebak dalam
permainan dengan Niall Horan. Niall dibuat bingung oleh perasaannya
kepada Aurora dan perasaan Aurora kepadanya. Belum lagi dengan tingkah
Liam dan Harry yang terus mendesaknya untuk mendekati Aurora. Sementara
itu, Zayn meminta Louis untuk menjadi penasihat cintanya supaya dia bisa
kembali bersama Aurora. Aurora dilanda gelisah dan perasaan dosa. Gadis
itu tidak bisa memahami dirinya sendiri, berusaha untuk mengambil sikap
tapi setiap hal yang dia lakukan selalu saja disadarinya sebagai sebuah
kesalahan. Dia ingin menjadi seseorang yang lebih baik. Dan, sikapnya
ini semakin mempersulit Zayn untuk mendekatinya. Bagaimana akhir kisah
cinta yang penuh rahasia satu sama lain ini?


Judul Buku : My Direction
Penulis :
Narnie January
Penerbit :
Ufuk Publishing House
Cetakan :
I, November 2012
Tebal :
ii + 320 halaman
Harga Buku : Rp 54.900
'My
Direction' karya Narnie January adalah fanfiction,
dengan personil One Direction sebagai tokohnya, yang dilahirkan dalam wujud
novel. Sebelum menerbitkan novel, penulis yang memiliki hobi menulis cerita
berupa novel dan cerpen ini sudah aktif di dunia tulis-menulis sejak kelas SMP
dan mempublikasikan tulisannya di Facebook sekitar tiga tahun ini.
Secara
fisik, novel ini cukup memikat hati. Cover yang memuat foto One Direction dan
kutipan dari @onedirection_ID dipastikan langsung menyerap perhatian
Directioners, terlebih ada bonus poster dan gantungan kunci di dalamnya. Bahan cover
pun tidak membuat sidik jari kita meninggalkan bekas hitam di sana. Layout yang
ringan serta font dengan ukuran enak-dipandang-mata membuat pembaca betah
menikmati alur yang disajikan penulis. Hanya saja, ukuran novel ‘My Direction’,
20,5 x 13,4 cm, sedikit lebih besar daripada ukuran pada umumnya sehingga dapat
menyebabkan kekurangnyamanan ketika kita membaca sambil memegangnya.
Masuk
ke jalan cerita, pembaca akan disuguhi sebuah petualangan hidup dari Aurora
Afifah. Dalam petualangannya, jangan harap teman-teman akan menemukan usaha
memanjat tebing atau mengarungi lautan extremely,
tetapi gejolak yang ditimbulkan akan seperti naik-turunnya lembah dan bukit
serta gulungan ombak di Pantai Selatan. Temanya klise, about love, romance. Meski
begitu, sepanjang perjalanan kita akan dibuat menebak-nebak, kemanakah hati
Aurora akan berlabuh? Perlahan tapi pasti, air mata Aurora, kepala batu Zayn,
dan tawa Niall akan menggonjang-ganjingkan perasaan pembaca. Ditambah permainan
benang ruwet yang dimunculkan personil One Direction yang lain.
Penokohan
Zayn dan kawan-kawan sesuai dengan karakter mereka dalam keseharian, mungkin
karena penulis memang merancang seperti itu. Zayn yang misterius, Niall yang
suka gila-gilaan, lucu, heboh, tak pernah diam, sampai Harry yang blak-blakan
dilukiskan secara ciamik. Pengaruh Zayn dan Niall terhadap tokoh utama
diceritakan kuatnya, seimbang dan tidak berat sebelah, tentu saja itu membuat
tokoh utama galau setengah hidup. Awalnya saya heran, mengapa harus Zayn dan
Niall yang berpasangan sebagai ‘rival in
love’? Mungkinkah karena sifat mereka yang berlawanan? Dan secara tidak
langsung penulis membenarkan dugaan saya dengan menyatakan, “Karakter Niall dan
Zayn menurutku kuat. Selain itu dari karakter mereka yang bertolak belakang
kalau dari sisi psikologis saling membantu tapi juga saling melawan.” Ternyata dalam
proses penokohan, sang penulis Narnie January, memperhatikan sisi
psikologisnya. Maklum, gadis kelahiran Klaten itu sedang menempuh Psikologi
Pendidikan dan Bimbingan di salah satu
universitas di Indonesia.
Meskipun
ada beberapa typo (salah ketik),
dalam lirik, penyebutan nama, dan paragraf; serta kesalahan karakteristik fisik
tokoh pada awal cerita –mata Niall berwarna biru bukan hijau, secara
keseluruhan novel ini sangat bisa dinikmati. Karena bahasa yang tidak berlebihan
–dibanding beberapa fanfiction yang pernah saya temukan di internet– dan mudah
dipahami, berbagai macam rasa yang ditawarkan pun akan mudah ditangkap para
pembaca.
Sesuai
kata @onedirection_ID, “Keren abis. Novel ini buat aku pengen teriak, ‘Woow!’
Directioners wajib baca!” At least, take a look at it. Dengan membacanya secara
tidak langsung Directioners dibawa pula untuk mengenal tentang One Direction
karena kita bisa menemukan hampir seluruh serba-serbi One Direction dalam novel
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar