Selasa, 11 Februari 2014

Novel One Direction

SINOPSIS BUKU - My Direction : A one Direction Novel
Aurora masih tak memahami benda apa yang membuat cinta monyetnya semasa SMP, Zayn Malik, marah kepadanya. Bahkan hingga tiga tahun berlalu, saat mereka dipertemukan kembali dalam keadaan yang berbeda, di mana Zayn telah menjadi satu dari lima anggota boyband ternama One Direction. Cinta itu masih bersemi di hati yang terdalam, Zayn berupaya merebut kembali hati Aurora yang justru memilih untuk menjauh darinya dan terjebak dalam permainan dengan Niall Horan. Niall dibuat bingung oleh perasaannya kepada Aurora dan perasaan Aurora kepadanya. Belum lagi dengan tingkah Liam dan Harry yang terus mendesaknya untuk mendekati Aurora. Sementara itu, Zayn meminta Louis untuk menjadi penasihat cintanya supaya dia bisa kembali bersama Aurora. Aurora dilanda gelisah dan perasaan dosa. Gadis itu tidak bisa memahami dirinya sendiri, berusaha untuk mengambil sikap tapi setiap hal yang dia lakukan selalu saja disadarinya sebagai sebuah kesalahan. Dia ingin menjadi seseorang yang lebih baik. Dan, sikapnya ini semakin mempersulit Zayn untuk mendekatinya. Bagaimana akhir kisah cinta yang penuh rahasia satu sama lain ini?
Judul Buku   : My Direction
Penulis          : Narnie January
Penerbit        : Ufuk Publishing House
Cetakan        : I, November 2012
Tebal            : ii + 320 halaman
Harga Buku  : Rp 54.900
'My Direction' karya Narnie January adalah fanfiction, dengan personil One Direction sebagai tokohnya, yang dilahirkan dalam wujud novel. Sebelum menerbitkan novel, penulis yang memiliki hobi menulis cerita berupa novel dan cerpen ini sudah aktif di dunia tulis-menulis sejak kelas SMP dan mempublikasikan tulisannya di Facebook sekitar tiga tahun ini.
Secara fisik, novel ini cukup memikat hati. Cover yang memuat foto One Direction dan kutipan dari @onedirection_ID dipastikan langsung menyerap perhatian Directioners, terlebih ada bonus poster dan gantungan kunci di dalamnya. Bahan cover pun tidak membuat sidik jari kita meninggalkan bekas hitam di sana. Layout yang ringan serta font dengan ukuran enak-dipandang-mata membuat pembaca betah menikmati alur yang disajikan penulis. Hanya saja, ukuran novel ‘My Direction’, 20,5 x 13,4 cm, sedikit lebih besar daripada ukuran pada umumnya sehingga dapat menyebabkan kekurangnyamanan ketika kita membaca sambil memegangnya.
Masuk ke jalan cerita, pembaca akan disuguhi sebuah petualangan hidup dari Aurora Afifah. Dalam petualangannya, jangan harap teman-teman akan menemukan usaha memanjat tebing atau mengarungi lautan extremely, tetapi gejolak yang ditimbulkan akan seperti naik-turunnya lembah dan bukit serta gulungan ombak di Pantai Selatan. Temanya klise, about love, romance. Meski begitu, sepanjang perjalanan kita akan dibuat menebak-nebak, kemanakah hati Aurora akan berlabuh? Perlahan tapi pasti, air mata Aurora, kepala batu Zayn, dan tawa Niall akan menggonjang-ganjingkan perasaan pembaca. Ditambah permainan benang ruwet yang dimunculkan personil One Direction yang lain.
Penokohan Zayn dan kawan-kawan sesuai dengan karakter mereka dalam keseharian, mungkin karena penulis memang merancang seperti itu. Zayn yang misterius, Niall yang suka gila-gilaan, lucu, heboh, tak pernah diam, sampai Harry yang blak-blakan dilukiskan secara ciamik. Pengaruh Zayn dan Niall terhadap tokoh utama diceritakan kuatnya, seimbang dan tidak berat sebelah, tentu saja itu membuat tokoh utama galau setengah hidup. Awalnya saya heran, mengapa harus Zayn dan Niall yang berpasangan sebagai ‘rival in love’? Mungkinkah karena sifat mereka yang berlawanan? Dan secara tidak langsung penulis membenarkan dugaan saya dengan menyatakan, “Karakter Niall dan Zayn menurutku kuat. Selain itu dari karakter mereka yang bertolak belakang kalau dari sisi psikologis saling membantu tapi juga saling melawan.” Ternyata dalam proses penokohan, sang penulis Narnie January, memperhatikan sisi psikologisnya. Maklum, gadis kelahiran Klaten itu sedang menempuh Psikologi Pendidikan dan Bimbingan  di salah satu universitas di Indonesia.
Meskipun ada beberapa typo (salah ketik), dalam lirik, penyebutan nama, dan paragraf; serta kesalahan karakteristik fisik tokoh pada awal cerita –mata Niall berwarna biru bukan hijau, secara keseluruhan novel ini sangat bisa dinikmati. Karena bahasa yang tidak berlebihan –dibanding beberapa fanfiction yang pernah saya temukan di internet– dan mudah dipahami, berbagai macam rasa yang ditawarkan pun akan mudah ditangkap para pembaca.
Sesuai kata @onedirection_ID, “Keren abis. Novel ini buat aku pengen teriak, ‘Woow!’ Directioners wajib baca!” At least, take a look at it. Dengan membacanya secara tidak langsung Directioners dibawa pula untuk mengenal tentang One Direction karena kita bisa menemukan hampir seluruh serba-serbi One Direction dalam novel ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar